Monday, September 11, 2006

Masih muda

Aku mampir ke J.CO untuk memesan Chocolate FreezeBlend Reguler. Sesampainya di kasir, aku tidak langsung memesan karena kasirnya sedang melayani pembeli lainnya. Di sampingku, juga di depan kasir, berdiri seorang pelayan J.CO. Ia seorang pria, masih muda. Melihatku yang masih terdiam di depan kasir, ia langsung bertanya:

"Pesan apa, Om...??? (ia memandangiku dari atas sampai bawah) ...eh, kelihatannya masih muda nih. Sory, salah. Mmmm, pesan apa, bos???"

"Gakpapa. Chocolate FreezeBlend Reguler."

Congratulation, pal!. You're the first one who realize your big fucking mistake!

WC stasiun

Aku baru saja selesai membeli tiket kereta di stasiun Bogor ketika seorang pria datang menghampiriku dan bertanya:

"Mas, WC di sebelah mana ya?"

"Oh, di sebelah sana Mas. Lurus, trus belok kiri."

"Makasih ya..."

Tiba tiba aku teringat dengan WC umum gratis yang terletak di dekat WC umum reguler (bayar seribu rupiah) yang tadi kutunjukkan pada pria tersebut.

Di dalam hati aku sedikit menyesal karena tidak memberitahukan adanya WC gratis kepada pria itu. Tetapi sebenarnya aku sedikit bersyukur karena aku menunjukkan kepadanya WC yang bersih, tidak seperti WC gratisan yang tidak beratap dan diragukan kebersihannya.

Walaupun begitu, kok kasihan juga ya rasanya membayangkan pria tersebut mengeluarkan seribu rupiah "hanya" untuk pergi ke WC yang sebenarnya bisa ia lakukan dengan gratis.

Tetapi, sekali lagi, ini masalah kebersihan!

Thursday, August 24, 2006

Movie Review: Lady in the Water (Spoiler alert!!!)

Another M. Night Shyamalan movie!!! Ekspektasi yang begitu tinggi terhadap film ini membuat saya takut apabila hasilnya mengecewakan. Ketakutan saya bertambah ketika temannya sahabat saya bilang kalau Shyamalan seperti mempermalukan dirinya sendiri melalui film ini. Tetapi merindingnya Frincia yang nonton bersama saya dan tepuk tangan penonton di gedung bioskop ketika scene pamungkasnya muncul membuat ketakutan saya tak terbukti.

Menurut cerita yang ditawarkan film ini, Story (Bryce Dallas Howard), si wanita cantik, adalah seorang Narf yang berasal dari “dunia lain”. Serentetan kejadian, termasuk kemunculan Story dari dalam kolam renang, mempertemukannya dengan seorang pemilik apartemen yang gagap, Cleveland Heep (Paul Giamatti). Bersama-sama penghuni apartemen lainnya, Cleve bahu membahu melindungi Story kembali ke dunianya dari ancaman makhluk jahat.

Cerita yang sederhana, efek yang sederhana (kalau tidak bisa dibilang murahan), namun penonton bisa merasakan ketegangan yang luar biasa. Inilah ciri khas film-film M. Night Syahmalan (The Sixth Sense, Unbreakable, The Signs, The Village) yang juga ada di film Lady in the Water. Tingkat ketegangannya dibangun melalui jalinan plot dan alur cerita yang disusun sedemikian apiknya. Ditambah dengan musik pengiring yang pas (yang tidak terdengar seperti BGM mainstream Hollywood), penonton bisa merasakan, membayangkan, dan mengerti sepenuhya apa yang sebenarnya terjadi di film itu walaupun tanpa disertai adegan-adegan tambahan yang bisa menjelaskan situasi di apartemen itu dengan lebih jelas. Ceritanya berkembang melalui percakapan para karakternya. Seperti memainkan RPG yang perkembangan main storynya (atau pun sub-storynya) dapat kita ketahui melalui percakapan dengan para NPC (Non Playable Characters). Efektif dan efisien!

Entah karena para pemainnya sendiri atau memang tuntutan skenario, penampilan mereka kurang menggigit. Paul Giamatti yang seharusnya memainkan peran sebagai orang yang gagap malah tidak terlihat begitu gagap, dan seringkali terkesan dipaksakan. Saya malah baru sadar kalau Cleve itu gagap ketika ia berkata bahwa dirinya tidak gagap lagi kalau berada di dekat story. Bryce seperti tidak berakting, walaupun tuntutan perannya adalah menjadi Narf yang super cool. Yang menarik, Shyamalan yang biasanya bermain singkat sebagai cameo di film-filmnya, kali ini bermain sangat lama dan berperan sebagai karakter penting (yang memang semua karakter di film ini penting) Sisanya? Es te de! Tetapi mungkin susah juga untuk memperhatikan akting setiap pemain karena jumlah karakternya yang begitu banyak dan semuanya mempunyai peran yang penting, walaupun di awal film mereka sepertinya hanya figuran. Cool, eh?
Spoiler: Reggie plays a very very important part in the story

Another spoiler: Dari tagline-nya saja, time is running out for a happy ending, sebenarnya endingnya bisa ketahuan. Dan hebatnya lagi, twist yang selalu muncul pada karya-karya Shyamalan sebelumnya tidak muncul kali ini, padahal sudah ditunggu-tunggu oleh penggemar film-filmnya, thus making it another twist! An expected twist which doesn’t happen is actually a twist, right? What a great twist this movie has!

Cerita 8/10
Pemain 6/10
Ending 8/10
Overall 8/10

Sunday, July 16, 2006

Extravagant

They talk about us being extravagant. You hear him before?
"To support their extravagant lifestyles."

Do i look extravagant?

One day my wife asked me for $20 to buy a rump roast from the butcher. I told her, "$20 for a rump roast?". Of which i took her to the kitchen where we got a full length mirror. I pull out a $20 bill out of my pocket. I hold it up to the mirror. I say, "Sweetheart, you see that $20 bill in the mirror?" That one belongs to you. This one belongs to me". And i'm out of there. It's over.

The next day, ladies and gentlemen, i come home... and i see roasted meats from one end of the table to the other. And I asked her, i said, "Honey, where'd all the meat come from?" So she took me back over to the full-length mirror. She lifts up her dress, ladies and gentlemen. She points to the mirror and she says..."The one in the mirror is yours, honey. This one belongs to the butcher."

I mean, extravagant? Do i look extravagant?
-Jackie Dee DiNorscio, in a trial of Lucchese crime family-

Tuesday, July 11, 2006

World Cup 2006

ITALY

Sebegitu nafsukah Italia untuk menjuarai Piala Dunia, sampai-sampai:

-Bermain catenaccio, seolah-olah seperti bermain dengan 1 kiper, 1 pemain depan, dan 9 bek?

-Nggak berani mengurung pertahanan tim "hanya" sekelas Ukraina sekalipun?

-Bermain kasar sampai-sampai harus mendapat kartu merah melawan AS dan Australia?

-Grosso melakukan diving untuk mendapatkan hadiah penalti kemenangan melawan Australia di menit-menit terakhir?

-Sering jatuh, berakting "kelas piala Oscar", walaupun hanya disenggol sedikit?

-Materazzi memprovokasi Zidane dengan kalimat "anak pelacur teroris" agar terkena kartu merah?

-Mencari simpati dunia dengan kasus suap dan bunuh diri?

-------------------------------------------------------------------------------------

GERMANY

Terima Kasih, Klinsmann...

Klinsmann

-Atas medali juara ke-tiga di Piala Konfederasi 2005 dan Piala Dunia 2006

-Atas permainan menyerang Jerman yang sangat menarik.

-Atas prestasi Lukas Podolski, yang meraih best young player.

Podolski
-Atas prestasi Miroslav Klose, yang meraih top scorer
Klose

Semoga jaya di Piala Eropa Swiss 2008 dan Piala Dunia Afrika Selatan 2010 !
Photobucket - Video and Image Hosting

Best regards,
Fans kalian yang sedih, karena timnas Jerman tidak berhasil menjadi juara, sekaligus bangga, karena telah bangkit dari masa keterpurukan

-------------------------------------------------------------------------------------

Nonton Bareng

Gila banget! Pas final Piala Dunia, Citos penuh sesak dengan lautan manusia. Belum pernah gue lihat Citos serame ini. Padahal waktu semifinal antara Italy dan Jerman (yang menyakitkan...), walaupun saat itu sudah termasuk ramai, Citos nggak seramai pas final!
Waktu mau pulang pun, antrian mobil mau keluar penuh sesak. Gue nunggu sejam supaya bisa keluar.

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting


Photobucket - Video and Image Hosting

Auf wiedersehen.....