Thursday, September 08, 2005

Archive review: Janji Joni (Spoiler alert!)

Sudah lama muncul di bioskop, tapi saya baru berkesempatan menontonnya sekarang, di vcd pula. Untung bukan yang bajakan

Dari sederet cast yang terkenal, hanya Niko yang terlihat paling bisa menunjukkan performanya sebagai aktor kelas atas. Para cameo bermain kurang menggigit, tidak lebih baik daripada artis sinetron. Mariana Renata pun sebaiknya tetap jadi bintang iklan Lux saja lah! Yang paling membuat saya tersenyum adalah kemunculan cameo Tantowi Yahya yang bermain tidak jelek tetapi paling tidak bisa sedikit megendurkan ketegangan, yang filmnya sendiri memang tidak tegang-tegang amat.Beberapa cameo yang diharapkan bisa jadi scene stealer ternyata tidak bisa tampil dengan baik

Sebagai film drama komedi, Janji Joni tampil sangat fresh dan sepanjang durasi pemutaran tetap konsisten pada genre-nya. Kelucuan-kelucuan, baik yang terlihat jelas maupun yang memerlukan kejelian penonton, bertaburan dimana-mana sehingga gedung bioskop pastinya tidak akan sunyi senyap. Sayangnya, karena kebanyakan humornya kurang cerdas, setelah 40 menit menonton saya merasa agak jenuh dan ngantuk.

Acungan jempol untuk Nia Dinata yang berani memproduseri film seperti ini di tengah-tengah lesunya film drama komedi lokal. Karena banyak anggapan kalau drama komedi lokal pasti absurd (5 sehat 4 sempurna, 30 hari mencari cinta, dll). Mungkin sedikit kritikan bisa ditujukan untuk sang sutradara, Joko Anwar, yang pada bagian-bagian awal film tidak dapat mengarahkan para pemain dengan baik untuk membuat pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik (“7 dari 10 orang pasti tahu tentang film…”). Kritikan juga untuk sang editor, yang mengedit suara dan musik di film ini rada serampangan. Sayang, padahal soundtracknya bagus-bagus.

Filmnya sendiri agak kurang masuk akal. Masa sih setelah sekian lama berpetualang, film di bioskop baru akan diganti rol-nya pada saat Joni sudah datang? Nggak kelamaan tuh? Harusnya sih filmnya sudah habis dari tadi. Kecuali film maraton trilogi LOTR. Endingnya juga sangat mudah diprediksi. Pasti Joni telat, tapi sang gadis idaman tetap memberi tahu namanya karena terkesima dengan upaya Joni. It’s so lame!!! Jadinya saya sedikit kecewa, karena ekspektasi saya terhadap film ini sangat tinggi. Tapi kalau untuk kelas film lokal, pantaslah film ini mendapatkan MTV movie award 2005 sebagai film terbaik.

Cerita: 6/10
Pemain: 5/10
Ending: 4/10
Overall: 6/10

3 comments:

ikram said...

Bung, ulasan film mantep banget. Tajem, mata gua ampe bedarah2 bacanya.

Anonymous said...

Who knows where to download XRumer 5.0 Palladium?
Help, please. All recommend this program to effectively advertise on the Internet, this is the best program!

Anonymous said...

So..... where is toilet? Hehe))) Joke, relax ;)
By the way, anybody home?!