Sunday, November 18, 2007

Aku ini seorang pencuri

Di dalam hidupku, aku punya prinsip: “Honesty is the best policy”. Kejujuran adalah hal yang penting bagiku. Walaupun begitu, aku ini sebenarnya seorang pencuri.

Aku masih ingat saat pertama kali aku mencuri sesuatu dari orang lain. Saat itu aku masih kecil. Aku sedang bermain di rumah orang lain bersama seorang anak yang umurnya sepantaran denganku. Aku melihat sebuah benda lucu, yaitu telur mainan berwarna biru. Aku mencoba mengambil telur mainan itu menjadi milikku, tapi yang punya melarangnya. Lantas, aku langsung mengambil telur itu dan kabur berlari sambil menangis ke papaku. Entah apa yang terjadi sesudah itu, aku tidak ingat lagi.

Aku juga ingat ketika aku mencuri sebuah kacamata film 3D milik sepupuku. Walaupun keesokan harinya aku dengan polosnya mengaku telah mngambil kacamata tersebut, tetap saja itu namanya mencuri.

Sewaktu hobi mengumpulkan kartu Dragon Ball sedang populer, aku sempat-sempatnya mempraktekkan keahlian mencuriku. Masih ingat penjual kartu Dragon Ball yang menjual kartunya secara acak (tidak boleh memilih kartu, tapi mengambil secara random dari amplop-amplop yang berisi kartu)? Aku pernah beberapa kali mengambil lebih dari satu amplop, padahal bayarnya satu.

Kegiatan mencuri yang sifatnya abstrak pun sering aku lakukan. Aku masih sedikit ingat saat-saat pertama kalinya mencuri jawaban orang lain. Itu namanya menyontek. Aku pertama kali menyontek jawaban teman sewaktu aku masih duduk di kelas 6 SD. Entah itu prestasi yang membanggakan atau tidak, yang jelas orang lain kebanyakan melakukannya sebelum kelas 6 SD.

Masih ada lagi kegiatan mencuri yang paling sering aku lakukan: beli barang bajakan. Membeli barang bajakan sama saja mencuri keuntungan sang pencipta karya tersebut. Tapi aku masih ragu apakah ini bisa dikatakan kegiatan mencuri atau tidak. Soalnya kegiatan ini dilakukan secara massal, di hadapan orang banyak, dan diketahui oleh semua orang. Apalagi jumlah pihak yang merasa diuntungkan akan adanya kegiatan ini jauh lebih banyak daripada yang merasa dirugikan.

Selain kegiatan-kegiatan mencuri tersebut, masih banyak pencurian lainnya yang aku lakukan. Hanya saja, yang aku lakukan ini lebih bersifat kiasan: curi-curi baca (di toko buku), curi-curi waktu (sms-an dengan pacar sewaktu sedang mendengarkan kotbah di gereja), dan curi-curi pandang (siapa yang tidak melakukannya?).

Baru-baru ini, aku berhasil melakukan salah satu pencurian terbesar dalam hidupku. Hanya saja sesudah melakukan ini aku merasa senang dan tidak sekalipun merasa bersalah. Orang yang menjadi korban pencurianku pun tidak merasa dirugikan. Menurut pengakuannya sih, ia merasa senang sekali. Ya, aku berhasil mencuri hatinya!

23 comments:

dinda said...

pencuri, oh pencuri hati...

bikin lagu ah. isinya tentang pencuri hati. tar kalo udah booming terus ada wawancara, gue bilangnya, "Terinspirasi dari seorang teman..."

huihihihi.... ngayal mode on.

tapi... bole juga... sechyara gitchu, hati gue juga udah dicuri...

hayah. gak penting.

icHaaWe said...

ya elaaahhh ujung2nya cuma mo bilang kamu pencuri hati wanita!!!! dasar lelaki!!!!

wah hrs tobat tuh tuk dosa nyolong jaman2 SD... ingat dosa sekecil apapun akan dihisab nanti diakhirat... dan gitu juga sebaliknya...kebaikan juga bgitu *kumat sok bbijaknya deh gw*

Anonymous said...

hati syapa yg kau curi? parah parah..

Anonymous said...

cieeeeeeeeh
makan2 dre !!!

theHeartcake said...

have you doing this: shoplifting? kenakalan remaja or krisis identitas??

ikram said...

Dinda curhat colongan... Hehe.
Ndre, kenalin dong.. Sekalian gua kasih kaos.. Okeh?

Anonymous said...

bahhh,yg baru jadiann...selamaddss
ayo dre sini gw traktir
*krg baek apa gw??? tmn jadian mlh gw yg nraktir wuakakakkak*

Unknown said...

wah, udah berhasil...

ANDRE said...

dinda: gue tunggu looh lagunya

ichaawe: kalo orang yg kecurian malah senang, dosa nggak??

fania: hati seorang perempuan lah. masa laki-laki??

isal: apa hubungannya pencuri sama makan-makan???

kyo: gue mencuri waktu masih anak-anak. Jadi kurang tepat dikatakan kenakalan "remaja"

kram: kenalin siapa, kram???
*pura2 bego

ucup: jadian itu apa yaa?? bisa dimakan??? walaupun gue gak ngerti tapi ditunggu yaa traktirannya (maksudnya gue tunggu traktiran lo, ahahaha)

isnuansa: iya, mbak. Pencuriannya sukses berat!!!

Anonymous said...

dudut parah parah.

ANDRE said...

yeee si dodol

Anonymous said...

ehemmmm... jadi ada yang baru jadian nich ?!

makan makan makan

Anonymous said...

cwe mana? kasian amat tuh cwe,hatinya kmu ambil..bukan pencuri lg..pembunuh!

ANDRE said...

fania: pembunuh? iya mungkin
tapi yang dibunuh ngerasa senang tuh.
Jadi gak masalah doooonk
:)

Anonymous said...

dudut jgn suka bunuh2 org dunk..

ANDRE said...

fania: yeee, salah sendiri tu orang rela dibunuh

boodee said...

wiiii...

gw ikut andil kan, dre??

iya, kan??!!

u suddenly came to my mind..

huahahahaha

Anonymous said...

dudutkuwww..hiqz hiqz

ANDRE said...

dodol ah, pake nangis

Anonymous said...

wkwkwk.. cieh.. ada yg baru jadian nii.. XD slamat mnempuh hidup baru deh pak.. *loh?* XDD

btw.. tnyt slaen pedofil lo jg suka ngutil ya pak.. ckckck.. xp

Pitshu said...

jadian makan2 kale... biar awet ^^ hahahaha

dinda said...

pokoknya lo utang cerita ama gue! udah ngilangin oleh2, awas aja kalo tidak menepati janji.

:P

Anonymous said...

Wakakakaka.. kita sama2 donk pencuri hati.. bedanya gw ada plusnya.. pencuri gebetan teman wakakakaka

~Kakkoi~