Sunday, April 10, 2005

Zigma, the reborn UNG

Tiga minggu telah berlalu dari maret ke-3 2005. Itu berarti hari terbitnya UNG (Ultima Next Generation) volume 84 sudah dekat. Karena itu saya putuskan untuk mampir ke Fitri Agency, agen majalah di stasiun depok baru yang biasa saya singgahi sepulang dari bogor dengan kereta. Sebelum sampai di sana, saya melewati sebuah kios majalah yang berada tepat sesudah gerbang pemeriksaan karcis. Saya berhenti sebentar untuk melihat-lihat apakah UNG 84 sudah terbit. Jika ada, tentu saja saya akan bergegas ke Fitri untuk membelinya, karena membeli di agen sudah tentu lebih murah. Tetapi setelah beberapa saat mencari, majalah tersebut tidak ada. Namun ada satu majalah yang menarik perhatian saya, yaitu Zigma.

AMAZING GAME MAGAZINE, begitulah slogan majalah tersebut. Pikir saya, kok ada ya majalah yang nekat ingin meramaikan pasar majalah game? Padahal untuk bersaing dengan Hotgame dan Gamestation saja, beberapa majalah game terpaksa tidak terbit lagi. Apalagi dengan UNG, yang merupakan majalah untuk para gamer advance.

Ketika melihat layout dan desain cover Zigma, saya merasa sangat familiar. Ya, mirip sekali dengan UNG. Saya tidak tergesa-gesa berasumsi bahwa majalah ini merupakan majalah UNG dengan nama baru. Saya masih trauma dengan perpecahan yang terjadi pada majalah Ultima Nation, yang berbuntut pada terbitnya 2 majalah dengan nama yang mirip, yaitu Ultima Cross dan Ultima Next Generation. Tetapi kecurigaan saya bertambah ketika melihat tulisan di covernya: featuring GrandC, Avante, Urameshi, Felix. Nama-nama tersebut merupakan para penulis handal UNG yang saya kenal dengan baik. Saya pun akhirnya membeli majalah tersebut. Ternyata pada halaman di balik covernya terdapat pernyataan yang meyakinkan saya bahwa majalah tersebut adalah UNG dengan judul baru serta visi dan misi yang baru.

Perubahan pertama yang dapat saya lihat adalah pada harganya. Harga UNG adalah Rp. 24.500,- sedangkan harga Zigma adalah Rp. 29.500,-. Hal ini benar-benar dapat dimaklumi karena cover dan kertasnya menjadi lebih tebal, begitupun juga dengan tampilan halaman-halamnnya yang menjadi full color. “Bye bye hitam putih”, begitulah tulisan yang saya baca di covernya. Isi dari Zigma tidak berbeda dengan UNG, hanya terdapat beberapa perubahan lay-out dan tambahan judul-judul artikel yang baru, namun menurut saya hal tersebut sudah cukup membuat majalah ini semakin solid dan tak tertandingi oleh para pesaingnya . Satu hal yang pasti, kualitas tulisan dari para authornya telah meningkat dan membuat majalah Zigma benar-benar enak untuk dibaca. Begitu pun dengan kualitas lay-out Felix yang semakin matang.

Perubahan nama yang dilakukan UNG bermaksud untuk menjadikan UNG menjadi sebuah media baru yang lebih informatif, lebih glamour. Sebuah media yang mampu memenuhi kebutuhan para gamer yang menganggap game adalah suatu hobi yang serius, mewah dan berkelas. Bukannya hanya sekedar membuat suatu upgrade dari UNG, yang telah banyak mengalami upgrade sejak edisi perdananya terbit, dan kalau dipikir-pikir lebih baik membuatnya menjadi satu majalah baru agar dapat menghilangkan kesan UNG, yang berdirinya pun berawal dari masalah, serta berbagai masalah lainnya yang kerap menjumpai UNG (kualitas cetak, cover, lem, kru palsu, hak cipta), terlepas dari fakta bahwa UNG adalah majalah game Indonesia yang berkualitas internasional. Saya optimis Zigma akan menjadi semakin besar, terkenal, dan mampu menjawab tantangan para gamer akan kebutuhan suatu media berkelas.

Good luck, Zigma!

3 comments:

ikram said...

Waw, ulasannya mantap! Tenang, elo nggak mesti mengirim gua satu kopi Zigma (gua tahu mahal) tapi sebenernya supaya gua nggak mesti doain lo menikah dengan siapaaa gitu. Hehehe.

Jadi Zigma nih sekarang jagoannya? Mau kerja disono?

Nod-nya Tea said...

What is it about this magazine goup that you like so much?? careful, don't let them get into your head and change you

ANDRE said...

Ikram: Kerja di sono? Jauh mas, di Surabaya. Lagian, pengalaman maen game gw bisa diketawain ama mereka.

Ode: Hei, Andre yang lo kenal sekarang itu sedikit banyak hasil bentukan Ultima groups. Video games, gadget, Japan entertainment, movie, you name it!!